Selamat datang di Area-Teknik Sipil. didalam website ini tersedia konten konten yang berhubungan dengan dunia Konstruksi, Teknik sipil dan Arsitek.

Metode Perhitungan Rerata Curah Hujan

     Curah hujan rerata sangat diperlukan dalam kegiatan analisis hidrologi Beberapa metode pendekatan yang dianggap dapat digunakan untuk menentukan tebal hujan rata-rata antara lain :
  • Rata-rata aritmatik (arithmetic mean method)
  • Poligon Thiesen (Thiessen polygon method)
  • Isohiet (Isohyetal method)

Metode Rata-rata Aritmatik (Arithmetic Mean Method)
        Cara ini biasanya dipergunakan untuk daerah yang datar,dengan jumlah pos curah hujan yang cukup banyak dan dengan menganggap bahwa curah hujan di daerah tersebut bersifat uniform (uniform distribution).


Metode Poligon Thiesen 

         Cara ini diperoleh dengan membuat poligon yang memotong tegak lurus pada tengah-tengah garis hubung dua pos penangkar hujan. Dengan setiap pos penangkar hujan Rn akan terletak pada suatu wilayah poligon tertutup dengan luas An.

          Curah hujan rata-rata diperoleh dengan cara menjumlahkan semua hasil kali curah hujan pada pos penangkar hujan Rn dengan suatu wilayah poligon tertutup dengan luas An untuk semua luas yang terletak di dalam catchment area dan kemudian dibagi dengan luas total At.
 


Metode Isohiet

         Metode Isohiet adalah garis lengkung yang menunjukan harga curah hujan yang sama seperti peta kontur. Umumnya haris tersebut menunjukan angka yang bulat. Isohiet ini diperoleh dengan cara menginterpolasi harga-harga curah hujan yang tercatat pada pos penangkar hujan lokal (Rnt)

         Besarnya curah hujan rata – rata diperoleh dengan cara menjumlahkan hasil perkalian curah hujan rata – rata diantara garis isohiet tersebut dan dibagi luas seluruh catchment area.


Demikian Artikel diatas. Semoga bermanfaat dan menambah infromasi saudara.
Terimakasih.

Baca Juga
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Artikel Terbaru