Selamat datang di Area-Teknik Sipil. didalam website ini tersedia konten konten yang berhubungan dengan dunia Konstruksi, Teknik sipil dan Arsitek.

Showing posts with label Edukasi. Show all posts
Showing posts with label Edukasi. Show all posts

Proses Pengelaran Aspal: Tahapan, Suhu, dan Alat yang Digunakan


Pengelaran aspal merupakan salah satu tahap penting dalam konstruksi jalan dan peningkatan infrastruktur. Proses ini melibatkan pemanasan aspal hingga suhu tertentu, pengangkutan ke lokasi konstruksi, dan penyebaran secara merata di permukaan jalan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi tahapan pengelaran aspal di lapangan, suhu yang diperlukan pada setiap tahap, serta alat-alat yang digunakan dalam proses tersebut.

Share:

Menghitung Koefisien Pekerja pada AHSP Konstruksi


Dalam AHSP (Analisis Harga Satuan Pekerjaan) konstruksi, koefisien bahan dan pekerja merupakan faktor yang digunakan untuk menghitung biaya pekerjaan konstruksi secara lebih detail. Berikut adalah penjelasan singkat tentang pengertian koefisien bahan dan pekerja:


  • Koefisien Bahan: Koefisien bahan adalah faktor yang menggambarkan jumlah bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi dalam satuan tertentu. Koefisien bahan biasanya dinyatakan sebagai perbandingan antara jumlah bahan yang digunakan dengan satu unit pekerjaan. Koefisien ini membantu dalam menghitung jumlah total bahan yang diperlukan untuk pekerjaan tertentu berdasarkan ukuran atau volume pekerjaan. Contohnya, dalam pemasangan keramik, koefisien bahan dapat menentukan berapa jumlah keramik yang diperlukan per meter persegi plesteran.

  • Koefisien Pekerja: Koefisien pekerja adalah faktor yang menggambarkan jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi dalam satuan tertentu. Koefisien pekerja juga dinyatakan sebagai perbandingan antara jumlah waktu atau jam kerja yang diperlukan dengan satu unit pekerjaan. Koefisien ini membantu dalam menghitung jumlah total jam kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan berdasarkan ukuran atau volume pekerjaan. Contohnya, dalam pemasangan keramik, koefisien pekerja dapat menentukan berapa jam yang diperlukan untuk memasang keramik per meter persegi plesteran.

Dengan menggunakan koefisien bahan dan pekerja, kita dapat melakukan estimasi biaya yang lebih akurat untuk pekerjaan konstruksi. Ini membantu dalam penyusunan anggaran proyek yang lebih rinci dan memastikan bahwa proyek dapat dibiayai dengan tepat sesuai dengan kebutuhan dan skala pekerjaan yang dilakukan.

Namun pernahkah kalian bertanya-tanya dari mana nilai atau angka koefisien yang ada pada AHSP itu diperoleh ??, Berikut ini Area Teknik Sipil akan memberikan gambaran dari mana angka koefisien tersebut di peroleh, 

Sebagai contoh perhitungan adalah pekerjaan plesteran per 1 m2, mari kita cari besarnya koefisiennya pekerjaanya..

Share:

Pengertian Konstruksi

Konstruksi adalah suatu proses untuk membangun bangunan, infrastruktur, atau struktur lainnya yang terdiri dari berbagai komponen dan material. Konstruksi dilakukan oleh para ahli konstruksi yang terlatih dan berpengalaman. Konstruksi dapat mencakup pembangunan gedung, jembatan, jalan raya, infrastruktur publik, dan proyek-proyek besar lainnya.



Konstruksi biasanya dimulai dengan perencanaan. Perencanaan konstruksi meliputi penentuan lokasi, desain, dan jenis material yang akan digunakan. Setelah perencanaan selesai, tim konstruksi akan memulai proses konstruksi sebenarnya.

Proses konstruksi dimulai dengan pembersihan lahan dan penggalian tanah. Setelah itu, tim konstruksi akan memasang pondasi untuk mendukung struktur yang akan dibangun. Pondasi dapat dibangun dengan berbagai jenis material, termasuk beton, batu bata, atau kayu.

Setelah pondasi selesai, konstruksi dapat dilanjutkan dengan pemasangan kerangka. Kerangka adalah rangkaian balok dan tiang yang akan membentuk struktur bangunan. Kerangka biasanya terbuat dari kayu atau baja.

Setelah kerangka selesai, tim konstruksi akan melanjutkan dengan pemasangan dinding, lantai, dan atap. Material yang digunakan untuk pemasangan ini bisa bervariasi tergantung pada desain dan tujuan bangunan. Sebagai contoh, sebuah gedung perkantoran mungkin menggunakan kaca untuk dinding dan atapnya, sementara sebuah gudang bisa menggunakan dinding dari bata atau beton.

Setelah semua struktur selesai dibangun, tim konstruksi akan melakukan finishing. Finishing meliputi pemasangan bahan interior dan eksterior, seperti pengecatan dinding, penyelesaian lantai, instalasi listrik, dan pemasangan peralatan yang diperlukan. Setelah selesai, bangunan siap untuk digunakan.

Namun, proses konstruksi tidak selalu berjalan mulus. Ada beberapa masalah yang mungkin terjadi selama proses konstruksi, seperti perubahan peraturan, masalah keuangan, atau masalah kesehatan dan keselamatan. Oleh karena itu, selama proses konstruksi, tim konstruksi harus siap untuk mengatasi masalah tersebut dengan cepat dan efektif.

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi juga telah memainkan peran penting dalam proses konstruksi. Teknologi seperti Building Information Modeling (BIM) dan drone digunakan untuk membantu para ahli konstruksi dalam merencanakan dan memonitor proses konstruksi. Dalam hal ini, teknologi memungkinkan tim konstruksi untuk merencanakan proyek dengan lebih efisien dan mengidentifikasi masalah dengan lebih cepat.

Dalam kesimpulan, konstruksi adalah suatu proses yang kompleks yang membutuhkan banyak kerja sama dan koordinasi. Dalam proses konstruksi, terdapat berbagai tahap yang harus ditempuh, mulai dari perencanaan hingga finishing




Share:

Perhitungan Koefisien Pekerja pada AHSP

 AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaan) adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya proyek konstruksi. Dalam AHSP, perhitungan koefisien pekerja digunakan untuk menghitung biaya tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap item dalam proyek. Dalam artikel ini, akan dijelaskan tentang perhitungan koefisien pekerja pada AHSP.



1. Penentuan Standar Waktu

Standar waktu diperlukan untuk menghitung koefisien pekerja. Standar waktu adalah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas oleh pekerja yang terampil dengan menggunakan alat dan peralatan standar. Standar waktu dapat diperoleh dari pengalaman kerja sebelumnya atau dari referensi standar waktu yang telah disetujui.


2. Penentuan Koefisien Pekerja

Koefisien pekerja diperoleh dengan mengalikan jumlah pekerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas dengan standar waktu yang telah ditentukan. Jumlah pekerja yang diperlukan perlu ditentukan dengan mempertimbangkan kompleksitas tugas dan tingkat keterampilan pekerja. Koefisien pekerja dapat dihitung dengan rumus:


Koefisien Pekerja = (Jumlah Pekerja x Standar Waktu) / Waktu Normal


Dimana:

Jumlah Pekerja: Jumlah pekerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas

Standar Waktu: Waktu yang diperlukan oleh pekerja terampil dengan menggunakan alat dan peralatan standar untuk menyelesaikan suatu tugas

Waktu Normal: Waktu kerja normal dalam sehari (8 jam)


3. Perhitungan Biaya Tenaga Kerja

Setelah koefisien pekerja diperoleh, perlu dilakukan perhitungan biaya tenaga kerja. Biaya tenaga kerja dapat dihitung dengan mengalikan koefisien pekerja dengan upah pekerja per jam. Upah pekerja per jam perlu ditentukan berdasarkan standar upah yang berlaku dan tingkat keterampilan pekerja.


4. Perhitungan Biaya Lainnya

Selain biaya tenaga kerja, perlu juga diperhitungkan biaya lainnya seperti biaya transportasi, biaya overhead, biaya administrasi, dan sebagainya. Biaya lain ini perlu diperhitungkan agar total biaya proyek dapat dihitung secara akurat.


5. Total Biaya

Setelah semua biaya diperhitungkan, langkah terakhir adalah menambahkan semua biaya untuk mendapatkan total biaya proyek. Total biaya ini harus disesuaikan dengan anggaran yang tersedia dan kebutuhan proyek. Jika total biaya melebihi anggaran yang tersedia, maka perlu dilakukan perubahan pada rencana konstruksi atau perlu dicari alternatif biaya yang lebih efisien.

Itulah beberapa langkah dalam perhitungan koefisien pekerja pada AHSP. Perhitungan ini perlu dilakukan dengan hati-hati agar total biaya proyek dapat dihitung secara akurat dan tidak melebihi anggaran yang tersedia.

Share:

Perhitungan Kebutuhan Semen dan Kebutuhan Air dalam Adukan Beton

Hallo Civils, Berikut ini adalah contoh perhitungan kebutuhan air pada adukan semen:

Tentukan rasio campuran semen dan pasir yang akan digunakan, misalnya 1:3. Artinya, untuk setiap bagian semen, digunakan 3 bagian pasir.

Hitung volume adukan yang dibutuhkan dengan mengalikan luas area yang akan ditutupi dengan ketebalan adukan. Misalnya, untuk membuat adukan untuk lantai dengan luas 20 m2 dan ketebalan 5 cm, maka volume adukan yang dibutuhkan adalah:

Volume adukan = luas x ketebalan

Volume adukan = 20 m2 x 0,05 m

Volume adukan = 1 m3


Hitung berat semen yang dibutuhkan dengan mengalikan rasio campuran dengan volume adukan yang dibutuhkan. Misalnya, jika rasio campuran adalah 1:3 dan volume adukan yang dibutuhkan adalah 1 m3, maka berat semen yang dibutuhkan adalah:


Berat semen = rasio campuran x volume adukan x berat jenis semen

Berat semen = 1/4 x 1 m3 x 1400 kg/m3

Berat semen = 350 kg


Hitung kebutuhan air dengan mengalikan berat semen dengan faktor air semen yang direkomendasikan oleh pabrik semen atau sesuai dengan standar yang berlaku. Misalnya, jika faktor air semen yang direkomendasikan adalah 0,4, maka kebutuhan air adalah:


Kebutuhan air = berat semen x faktor air semen

Kebutuhan air = 350 kg x 0,4

Kebutuhan air = 140 liter


Jadi, untuk membuat adukan semen dengan rasio campuran 1:3 untuk menutupi lantai seluas 20 m2 dan ketebalan 5 cm, dibutuhkan 350 kg semen dan 140 liter air. Namun, perlu diingat bahwa perhitungan ini hanya sebagai panduan, karena kebutuhan air pada adukan semen juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti kondisi cuaca dan kelembaban lingkungan.





Share:

Cara Menghitung RAB Proyek Konstruksi

     

    Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah dokumen yang penting dalam perencanaan proyek konstruksi. RAB adalah ringkasan rinci dari semua biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut, termasuk biaya material, biaya tenaga kerja, biaya peralatan, dan biaya lainnya. Dalam artikel ini, akan dijelaskan cara menghitung RAB untuk proyek konstruksi.


Perhitungan Volume

Langkah pertama dalam menghitung RAB adalah menentukan volume setiap item dalam rencana konstruksi. Volume diperlukan untuk menghitung berapa banyak bahan dan material yang diperlukan. Volume dapat dihitung dengan mengalikan luas permukaan dengan tinggi atau kedalaman item. Sebagai contoh, jika Anda ingin menghitung volume beton untuk sebuah kolom, Anda harus mengalikan luas permukaan kolom dengan tinggi kolom.


Perhitungan Harga Material

Setelah menentukan volume item, langkah selanjutnya adalah menghitung harga material. Harga material dapat diperoleh dari supplier material atau toko bangunan terdekat. Harga material perlu dihitung untuk semua bahan yang dibutuhkan untuk setiap item dalam rencana konstruksi, seperti beton, besi, kayu, kaca, dan sebagainya.


Perhitungan Biaya Tenaga Kerja

Selanjutnya, perlu dihitung biaya tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Biaya tenaga kerja dapat dihitung dengan mengalikan upah per jam dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek dapat dihitung dengan mempertimbangkan waktu yang diperlukan untuk setiap tugas dalam proyek konstruksi.


Perhitungan Biaya Peralatan

Selain biaya material dan biaya tenaga kerja, perlu juga dihitung biaya peralatan yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Biaya peralatan dapat dihitung dengan mengalikan biaya sewa atau biaya pembelian peralatan dengan waktu yang diperlukan untuk menggunakan peralatan tersebut dalam proyek.


Perhitungan Biaya Lainnya

Selain biaya material, biaya tenaga kerja, dan biaya peralatan, ada juga biaya lain yang perlu diperhitungkan dalam RAB, seperti biaya transportasi, biaya overhead, biaya administrasi, dan sebagainya. Biaya lain ini perlu diperhitungkan agar total biaya proyek dapat dihitung secara akurat.


Total Biaya

Setelah semua biaya diperhitungkan, langkah terakhir adalah menambahkan semua biaya untuk mendapatkan total biaya proyek. Total biaya ini harus disesuaikan dengan anggaran yang tersedia dan kebutuhan proyek. Jika total biaya melebihi anggaran yang tersedia, maka perlu dilakukan perubahan pada rencana konstruksi atau perlu dicari alternatif biaya yang lebih efisien.


Itulah beberapa langkah dalam menghitung RAB untuk proyek konstruksi.

Share:

6 Jenis Aspal dan Pengertiannya

    Aspal adalah bahan perekat yang sering digunakan dalam konstruksi jalan, bangunan, dan permukaan parkir. Aspal biasanya terbuat dari campuran minyak bumi dan bahan pengisi, dan merupakan bahan konstruksi yang sangat populer karena kemampuannya untuk menahan beban berat, tahan cuaca, dan tahan lama. Ada beberapa jenis aspal yang tersedia, masing-masing dengan kekuatan dan kelemahan tertentu. Berikut adalah beberapa jenis aspal yang paling umum:



1. Aspal Beton

Aspal Beton adalah jenis aspal yang paling umum digunakan dalam konstruksi jalan dan bangunan. Aspal ini terbuat dari campuran batu dan pasir dengan aspal cair. Aspal beton sangat tahan lama, tahan terhadap air dan bahan kimia, dan tahan terhadap kondisi cuaca yang ekstrem.


2. Aspal Emulsi

Aspal Emulsi adalah jenis aspal yang lebih murah daripada aspal beton. Aspal ini terbuat dari campuran air dan aspal, dan sering digunakan dalam konstruksi jalan kecil dan permukaan parkir. Kelemahan aspal emulsi adalah kurang tahan terhadap cuaca yang ekstrem dan tidak tahan terhadap lalu lintas berat.


3. Aspal Modifikasi Polimer

Aspal Modifikasi Polimer adalah jenis aspal yang diperkuat dengan penambahan bahan-bahan polimer seperti karet atau plastik. Jenis aspal ini sangat tahan lama dan tahan terhadap kondisi cuaca yang ekstrem, serta tahan terhadap lalu lintas berat. Aspal modifikasi polimer biasanya digunakan dalam konstruksi jalan raya dan jembatan.


4. Aspal Karet

Aspal Karet adalah jenis aspal yang diperkuat dengan penambahan butiran-butiran karet yang dihasilkan dari ban bekas. Jenis aspal ini sangat tahan lama dan tahan terhadap lalu lintas berat. Aspal karet biasanya digunakan dalam konstruksi jalan raya dan permukaan parkir.


5. Aspal Baja

Aspal Baja adalah jenis aspal yang diperkuat dengan penambahan serat baja. Jenis aspal ini sangat tahan lama dan tahan terhadap lalu lintas berat serta kondisi cuaca yang ekstrem. Aspal baja biasanya digunakan dalam konstruksi jalan raya dan jembatan.


6. Aspal Tanah Liat

Aspal Tanah Liat adalah jenis aspal yang terbuat dari campuran aspal cair, tanah liat, dan bahan pengisi lainnya. Jenis aspal ini relatif murah dan mudah ditemukan, namun kurang tahan terhadap lalu lintas berat dan cuaca yang ekstrem. Aspal tanah liat biasanya digunakan dalam konstruksi jalan kecil dan permukaan parkir.


Dalam memilih jenis aspal yang tepat untuk suatu proyek konstruksi, harus mempertimbangkan faktor seperti tahan lama, kekuatan, tahan terhadap lalu lintas berat dan kondisi cuaca ekstrem, serta biaya. 

Share:

Metode Konstruksi Top-Down

 

   Saat ini banyak metode konstruksi yang dikembangkan dengan tujuan memperoleh suatu metode yang lebih efisien pada aspek Biaya, Mutu, dan Waktu (BMW). Salah satu dari metode tersebut ialah Metode Konstruksi Top-Down. Metode Konstruksi Top-Down ini digunakan pada pembangunan gedung gedung bertingkat. pengunaan metode ini dapat meminimalisir aspek waktu pelaksanaan sebuah proyek dibandingkan dengan mengunakaan metode sebelumnya yaitu Bottom-Up. dikarenkan metode Top-down ini memungkinkan dilakukan pembangunan 2 bagian yaitu upper struktur dan bottom struktur sekaligus. Sedangkan metode sebelumnya ,pembangunan suatu bangunan dimulai dari lantai paling bawah yang kedalamannya telah direncanakan. kemudian dilanjutkan kelantai atas berikutnya secara berurutan. Nah untuk lebih jelasnnya mengenai metode konstruksi Top Down anda dapat perhatikan penjelasannya dibawah ini :

1. Pertama. anda perlu membuat Diaphragm wall mengelilingi rencana bangunan yang akan dikerjakan.



2. Kedua, setelah diaphragm wall selesai dibuat. langkah selanjutnya ada proses pengeboran Borepile yang nantinya  akan disisipkan sebuah baja profil king post. Pengeboran dilakukan hingga mencapai kedalaman yang telah direncanakan.



3.Ketiga, Setelah pengecoran borepiled dan diaphragm wall mencapai umur betonnya maka plat lantai pada lantai 1 dapat dikerjakan. yang mana pada tahap ini plat lantai tersebut dihubungkan secara monolit dengan king post yang telah dibuat sebelumnya dan jangan lupa buatlah starter bar yang nantinya akan digunakan sebagai koneksi penecoran kolom antar lantai.


4.Ke-empat, Setelah plat lantai mencapai umur betonya, maka dilakukan penggalian untuk lantai basement berikutnya. Pengalian ini dilakukan dengan menggunakan excavator ukuran kecil/sedang. pembuangan tanah hasil kerukan dapat dibuang melalui sebuah ramp yang bersifat temporer.


5.Ke-Lima, pada tahap ini kembali lagi seperti tahap ke-3. Urutan ini akan berulang sesuai dengan jumlah lantai yang direncanakan.


6. Ke-Enam. Kegiatan pembangunan pada bagian atas dapat dimulai namun tetap diperhitungkan jumlah lantai yang dapat dibuat menyesuaikan kekuatan yang dapat ditopang sementara. sedangkan pada lantai basement berikutnya dilanjutkan proses pengalian.


7. Ke-Tujuh, pada lantai akhir basement dapat dilakukan pengecoran raft foundation dan dilanjutkan dengan pengecoran kolom king post mejadi kolom beton komposit dengan menghubungkan starter bar yang telah dibuat sebelumnya.


Nah seperti itu kiranya sketsa pembangunan dengan menggunakan metode konstruksi Top-Down. tentunya berdasarkan konsep pembangunannya kita dapat menghemat waktu pelaksanaan jika dibandingkan metode bottom up. demikian artikel ini apabila kesalahan dalam penyajian meteri diatas bisa berikan komentar dibawah artikel ini. semoga bermanfaat - Salam Teknik
Share:

Pengertian Groove Line atau Sersan Berserta Fungsinya

Hallo civils, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Groove Line atau sering disebut dengan sersan. Ok sebelumnya pernahkan anda berjalan-jalan ke mall dengan membawa kendaran pribadi baik motor atau mobil ? Tentunya anda perlu memarkirkan kendaraan pribadi tersebut pada lahan parkir yang telah disediakan oleh pengelola mall sebelum berbelanja. Biasanya parkiran pada mall tersebut terdiri dari beberapa tingkatan lantai yang  dihubungkan oleh sebuah tanjakan yang bisa kita sebut dengan "RAMP". Ramp sendiri memiliki bentuk yang berbeda-beda, ada yang berbentuk seperti tanjakan biasa adapula yang berbentung seperti sepiral.

Nah saat anda melewati Ramp tersebut pernahkah anda perhatikan bawah dilantai ramp tersebut diberikan garis-garis coakan? Nah garis coakan tersebutlah yang kita sebut dengan instillah Groove line (Sersan). Fungsi dari Groove line (Sersan) tersebut adalah pemberi nilai friksi tambahan saat ban suatu kedaraan bersentuhan dengan plat lantai tersebut. dengan diberikan Groovle line atau garis sersan bisa meminimalisir terjadinya Slip pada ban kendaraan yang melintas pada ramp yang tentunya sangat membahayakan. Bisa kalian bayangkan apabila lantai ramp yang menanjak hanya sebuah plat lantai beton biasa dengan permukaan yang flat/datar. Selain di ramp biasanya groove line ini dibuat juga loh pada area parkir kendara yang tidak menjak hal ini diperlukan apabila lantai parkiran tersebut bertekstur licin (Hardener)

Berikut ini bentuk bentuk pola Groove line yang sering kita temui :

  1. Tipe Sersan (V) Sesuai namanya pola ini berbentuk seperi lambang pangkat sersan tentara, Oleh sebab itu dinamai Sersan di indonesia.
  2. Tipe Garis Lurus/Memanjang


Proses pembuatan Groove line (Sersan) dilakukan setelah suatu plat lantai/Ramp telah dicor dan tentunya sudah tercapai umur betonnya. Sebelum dilakukan proses cutting untuk Groove line pastikan plat yang ingin di cutting tersebut permukaanya sudah rata (terbebas dari tumpahan beton/kerak beton). Jika permukaan belum rata dan masih terdapat kerak beton makan plat lantai tersebut perlu dipoles, setalah dipastikan permukaan beton plat lantai tersebut sudah terbebas dari kerak paka proses cutting untuk pembentukan groove line bisa dilakukan.

Demikian artikel diatas, Semoga bermanfaat - Salam Teknik

Share:

Peran Quantity Surveyor Dalam Dunia Konstruksi

Hallo, Pada kesempatan kali ini kita akan membas mengenai divisi pada Quantity Surveyor pada sebuah proyek konstruksi. Kira-kira apakah kalian sudah mengetahui apa itu Quantity Surveyor ?? Apa tugasnnya ??. Jika belum maka simak penjelasan diberikut ini.


Secara umum Quantity Surveyor atau yang sering disingkat dengan sebutan QS ini merupakan divisi yang memiliki tugas utama yaitu menentukan suatu biaya atau budget yang diperlukan untuk mengadakan suatu kegiatan konstruksi baik itu pengadaan jasa atau material berdasarkan spesifikasi teknik yang telah dirancang, yang dimana biaya atau budget tersebut telah ter-estimasi sesuai anggaran yang dimiliki. Bisa di ibaratkan divisi ini merupakan salah satu sistem pemegang tuas rem pada suatu konstruksi. Mengapa demikian ??

Karena biasanya pada suatu item pekerjaan pada BOQ itu sendiri nilainya tidak selalu menguntungkan. (Timbul pertanyaan lah bagaimana bisa BOQ yang sudah dimenangkan oleh suatu penyedia jasa konstruksi itu tidak menguntungkan ?? bukannya mereka sudah hitung diawal untuk keuntungannya). Iya memang benar pemikiran seperti itu, tetapi saat berjalannya proyek biasanya ada faktor x yang mempengaruhi biaya suatu item pekerjaan yang akan berjalan. oleh sebab itu pada tiap item pekerjaan pada BOQ itu tidak selalu menguntungkan, hal tersebut dapat disiasati dengan memilah item pekerjaan mana yang kira-kira bisa dijadikan profit, apabila memungkinkan untuk mendapatkan profit maka harga pada item tersebut perlu di estimasi se-efisien tentunya aga kontraktor medapatkan keuntungan, dan apabila terdapat item pekerjaan yang sekiranya tidak menguntung dengan harga yang sudah disepakati dalam BOQ maka tetap harus dilakukan estimasi untuk mengurangi melesetnya anggaran, Jadi sebenarnya seperti konsep tambal sulam. maka seorang Quantity Surveyor harus jeli dalam melihat hal tersebut dan di bicarakan bersama dengaan Cost Control.


Jadi berdasarkan penjelasan diatas bisa diambil kesimpulan bawah Quantity Surveyor tugasnnya bukan hanya menghitung volume dan harga ya. tetapi harus paham juga mengenai BOQ atau RAB. Karena kalau sekedar menghitung volume saja anda tidak akan maju.Karena untuk menghitung volume itu bisa dilakukan oleh siapa saja, mungkin sedikit pembeda yaitu pada kecakapan membaca gambar kerja.

Berikut ini merupakan tugas dan peran seorang Quantity Surveyor antara lain :
  1. Menghitung quantitas baik itu luas, volume atau satuan lainnya yang nantinya hitungan tersebut akan digunakan untuk menentukan harga (Jasa) kontrak pekerjaan yang akan diberikan kepada sub-kontraktor atau mandor. (Pastikan hitungan anda teliti)
  2. Menghitung quantitas baik itu luas, volume atau satuan lainnya yang nantinya hitungan tersebut akan digunakan untuk melakukan pengadaan material sesuai dengan spesifikasi teknis.
  3. Melakukan Opname untuk menentukan pembayaran yang dapat dikeluarkan berdasarkan bobot atau volume dilapangan untuk Sub-kontraktor atau mandor.
  4. Memastikan gambar kerja yang digunakan sudah Up to data dan siap diaplikasikan dilapangan.
  5. Menghitung dan menentukan harga satuan pekerjaan berdasarkan SNI-AHSP yang berlaku.
  6. Berkoordinasi dengan Cost Control terkait harga satuan pekerjaan agar terestimasi dengan baik.
Setelah membaca pemaparan diatas apakah anda tertarik untuk menjadi Quantity Surveyor/QS ?? jika tertarik pastikan ada mempunyai kemampuan-kemampuan berikut ini :
  1. Mampu mengoprasikan software AutoCAD, lebih baik jika menguasai software lainnya seperti : Cubicost, SketchUp.
  2. Mampu mengoprasikan software Ms.Excel + Formula oprasi perhitungan.
  3. Pastikan diri anda Disiplin dan Teliti.
  4. Mampu bekerja tanpa lelah, apabila terdapat perubahan gambar secara tiba-tiba yang membuat anda harus menghitung ulang kuantitas suatu pekerjaan.
Nah demikianlah penjelasan yang singkat mengenai divisi Quantity Surveyor, apabila ada pertanyaan anda bisa berikan komentar dibawah artikel ini. Semoga bermanfaat - Salam Teknik.


Share:

Pengertian Tile Spacer, Kegunaan dan Cara Pemasangannya



  Tile spacer/spacer ubin/Sekat keramik adalah benda plastik yang dibuat dalam bentuk T atau silang
yang ditempatkan di antara ubin untuk menjaga jarak sekat yang konstan dan konsisten di antara ubin. Spacer menciptakan celah yang nantinya dapat diisi oleh nat, yang akhirnya akan memberikan sentuhan simetris ke permukaan.
Tercantum di bawah ini adalah beberapa fitur penting dari spacer ubin:
  1. Tile spacer tersedia di pasaran mulai dari ukuran lebar mulai dari 2mm hingga 6mm.
  2. Plastik ringan dan kokoh adalah bahan utama untuk produksi ubin spacer.
  3. Pemilihan spacer ubin tergantung pada preferensi pribadi dan standar yang ditentukan.
  4. Secara umum, spacer yang digunakan untuk dinding biasanya memiliki ketebalan/ukuran 2mm, dan spacer untuk lantai berukuran 3mm. 


Cara pemasangan/Pengunaan

pada awalnya, tempatkan ubin di permukaan yang sudah diberikan lapisan perekat/lem keramik. Setelah itu tempatkan spacer di setiap sudut ubin. Tempatkan spacer ubin langsung di sudut ubin dan dorong ubin. dengan dipasangnya spacer disetiap sisi keramik maka akan didapat jarak antara nat yang sama disetiap sisinya.

Manfaat penting menggunakan spacer ubin adalah:

  • Tile spacer memungkinkan lantai memiliki penempelan lurus dan bahkan pada nat-nya.
  • Memungkinkan untuk mengukur ubin saat meletakkan, memberi label, dan memotongnya.
  • Lantai mendapatkan hasil yang profesional dan indah dipandang.
  • Penggunaan spacer ubin melindungi integritas lantai ubin. 
Semoga bermanfaat :), Salam Teknik


Share:

Menghitung Kebutuhan Air untuk Adukan Beton

Hallo Civils, Pada kesempatan ini ATS kan membagikan tips menghitung kebutuhan air untuk campuran adukan beton dengan mudah dan simpel. Perhitungan ini bisa digunakan apabila anda mengunakan proporsi campuran dengan campuran ala pekerja dilapangan yang dalam arti tidak dilakukan penimbangan kuantitas dari bahan secara detail (Namanya juga dilapangan, kalau dibuat serinci dan sedetail itu pasti akan memakan waktu yang cukup lama ya hehehe). Ada beberapa hal yang harus kita ketahui terlebih dahulu sebelum memulai perhitungan, hal-hal tersebut antara lain :

  1. Konsumsi/Kebutuhan semen per 1m3 adukan beton
  2. Rasio air semen/FAS : pada Point 2 ini sebenearnya bisa diperoleh melalui pengujian dilaboratorium dengan persentase yang berbeda-beda agar didapatkan angka optimum dari campuran terkait. 
Pada contoh ini saya akan membuat beton 1m3 dengan mutu F'c = 24 Mpa atau M24. semen yang dibutuhkan yaitu sebanyak 8,15 zak. (per zak = 50 kg)



Langkah pertama : mencari berapa berat semen keseluruhan ..
Berat (Kg) = 8.15 x 50 Kg = 406 Kg

Langkah ke-dua : mencari berat air yang dibutuhkan dan mengubahnya kedalam liter.
Seperti yang disebutkan point 2, nilai Rasio air semen maksimum didapatkan dari pengujian dilaboratorium. namun anda bisa mengasumsikan rasio air semen = 0.5. jangan lupa dikalikan waste 5%.

Berat Air (Kg) = 406 x 0.5 x 1.05 = 213,5 Kg

seperti yang kita ketahui bahwa 1 Kg = 1 liter.. maka kebutuhan airnya adalah sebesar 213.5 liter.

Jadi untuk membuat 1 m3 beton dengan mutu F'c 24 Mpa dibutuhkan air sebanyak 213.5 liter. 

Jika memang dilapangan dalam pembuatan adukan bisa digunakan timbangan atau proporsi yang pas dengan ketentuan yang diatur pada SNI 7394 - 2008 anda sudah bisa mengetahui proporsi dari semen, pasir, krikil dan airnya.. berikut ini saya ambil salah satu bagian dalam SNI 7394 - 2008 ..

Demikian artikel ini dibuat, apabila ada kesalahan baik dari penyajian atau penulisan material silakan berikan komentar dibawah ini...

Semoga bermanfaat ..


Share:

Jenis - Jenis Bantalan Rel Kereta Api [ Kelebihan dan Kekurangannya]

Hallo civils, tahukah kalian bahwa ada 3 jenis material yang digunakan sebagai bantalan rel kereta api. Udah tau ? kalau belum nih ATS Kasih tau ya... 3 jenis material tersebut antara lain adalah
  1. Kayu
  2. Baja
  3. Beton
  4. Plastik
Untuk lebih jelasnnya nih ATS Jelasin.


1. Kayu

Bantalan kayu merupakan material pertama yang digunakan sebagai bantalan rel pada jaman dahulu hingga beberapa dekade yang lalu. hampir disetiap negara termasuk indonesia pernah menggunakan bantalan dari material ini. bahkan beberapa masih digunakan dibeberapa wilayah di indonesia. di indonesia sendiri jenis kayu yang digunakan untuk bantalan ini adalah kayu jati atau kayu ulin. Berikut ini adalah kekurangan dan kelebihan dari pengunaan material kayu..


Kelebihan
  • Biaya konstruksi lebih murah
  • Material kayu banyak tersedia dan mudah didapat (pada masa lampau)
  • Mudah disesuaikan oleh ukuran rel
  • Proses penggantian bantalan saat maintenance mudah
  • Komponen terbaik untuk bantalan
Kekurangan
  • Masa pakai relatif lebih singkat dibanding dengan material lain (umumnya 12 - 15 tahun)
  • Rentan terhadap kerusakan, baik dari hama atau dari cuaca.
  • Kekakuan lateral dan longitudinal trek kurang karena koneksi antara rel dan bantalan tidak begitu kuat.
  • Biaya perawatan tinggi 
  • Merusak lingkungan apabila gunakan secara masif tanpa ada pembaharuan bahan alam. 



 2. Baja

Bantalan yang biasanya terbuat dari besi atau baja dikenal sebagai bantalan logam. Karena kekurangan kayu yang semakin banyak untuk digunakan pada bantalan kayu, perawatannya yang tinggi, masa pakai dan masa pakai yang pendek, bantalan logam sekarang banyak digunakan.

Kelebihan
  • Masa pakai lebih lama (35 hingga 50 tahun).
  • Seragam dalam kekuatan dan daya tahan.
  • Dapat dengan mudah disesuaikan dan dipelihara.
  • Stabilitas trek lateral dan longitudinal lebih baik
  • Pemeliharaan tidak perlu sering dilakukan.
Kekurangan
  •  Logam cenderung berkarat.
  • Membutuhkan lebih banyak jumlah pemberat dan aksesoris dalam pembuatannya
  • Tidur ini tidak cocok untuk jembatan, persimpangan tingkat dll
  • Lebih banyak kerusakan selama kecelakaan. (bantalan penyok)



 3. Beton

Jenis bantalan yang satu ini sangat populer dan sangat banyak digunakan dibandingkan dengan material lainnya. bantalan ini terbuat dari komponen beton bertulang dengan mutu beton tinggi. sebenarnya ada 2 tipe dari material beton ini yaitu beton bertulang dan beton prategang.

Kelebihan 
  • Umur pakai relatif panjang (40 hingga 60 tahun).
  • Membutuhkan lebih sedikit alat kelengkapan penunjang.
  • Penyesuaian ukuran sederhana dan mudah.
  • Merupakan material pembentuk koneksi yang kuat antara rel dan bantalan itu sendiri.
  • Stabilitas trek lateral dan longitudinal lebih baik.
  • Mampu  menahan tekanan yang disebabkan oleh lalu lintas yang cepat dan berat diatasnya.
  • Biaya perawatan rendah.
  • Tahan terhadap cuaca extreme
 Kekurangan
  • Biaya konstruksi cukup tinggi
  • Proses maintance yang cukup rumit



 4. Pelastik

Bantalan kereta api dari material plastik ini juga disebut sebagai bantalan komposit. Komposit plastik adalah bahan modern total untuk membuat bantalan rel yang terbuat dari campuran plastik dan karet bekas. Bantalan plastik menggabungkan kelenturan kayu dan daya tahan beton. bantalan plastik ini pertama kali digunakan sebagai bantalan di jalur kereta api oleh Jepang. Setelah itu, bantalan komposit plastik dipasang di jalur Zollamt Bridge di Wina, Austria. 


Kelebihan 
  • Umur pakai sangat lama (30 - 80 tahun)
  • Baik dalam meredam getaran akibat lalu lintas diatasnya.
  • Pemasangannya cukup mudah dan murah.
  • Dapat didaur ulang apabila ada kerusakan komponen. 
Kekurangan
  • Pada suhu yang ekstrim akan mengalamai pemuaian. (tidak tahan panas)
  • Terbuat dari material yang sulit terdegradasi oleh unsur biologis jadi pembuatan dan kegiatannya daur ulang harus dikontrol sedemikian rupa agar tidak menimbulkan penceparan nantinya.

Semoga bermanfaat, Apa bila ada kesalah dalam penulisan atau penyampain materi silakan berikan komentar dibawah ini. Salam teknik.. ATS
Share:

Pengertian Shear Wall, Fungsi, Jenis dan Penempatannya

Hallo civils, tahukah apa itu "Shear Wall" ??. Shear wall merupakan elemen struktur yang berbentuk vertikal yang memiliki fungsi untuk menahan atau malawan gaya lateral akibat dari gaya angin dan gaya siesmik. Ia bekerja sebagai balok penopang vertikal yang terikat oleh pondasi pada tanah yang membawa beban vertikal bersama dengan kolom. Shear wall ini digunakan terutama pada bangunan tinggi. Kenapa harus pada bangunan tinggi ??...







Shear wall ini merupakan komponen penting dari bangunan bertingkat tinggi karena sebagai bagian dari desain bangunan penahan gempa, dinding ini disediakan dalam rencana pembangunan untuk mengurangi perpindahan lateral yang terjadi akibat beban yang telah disebutkan diatas, semakin tinggi suatu bangunan maka potensi beban lateral yang terjadi akan semakin besar. Oleh sebab itu shear wall ini sangat penting pada konstruksi bangunan bertingkat.

Berikut ini rangkuman kegunaan dari Shear wall sebagai berikut :
  1. Untuk menahan beban lateral gempa dan angin. 
  2. Untuk menahan gravitasi atau beban vertikal karena beratnya sendiri dan beban hidup atau bergerak lainnya. 
  3. Untuk menahan gaya geser dan angkat pada bangunan. 
  4. Untuk meningkatkan kekuatan dan stabilitas struktur. 
  5. Untuk memberikan kekakuan yang memadai pada struktur. 

GAYA YANG BEKERJA
Selanjutnya kita perdalam sedikit mengenai gaya-gaya yang ditahan oleh shear wall, ada 2 tipe gaya yang ditahan oleh struktur shear wall antara lain :
  • Gaya geser.
  • Gaya Angkat (Uplift)
Untuk lebih jelasnya nih ATS jabarin lagi..

Gaya geser:Gaya geser yang terjadi pada bangunan ini dipicu oleh gerakan tanah dan gaya lateral seperti angin dan gelombang. Gaya-gaya ini bekerja sepanjang ketinggian dinding antara sambungan dinding geser atas dan bawah.

Kekuatan angkat:

Gaya angkat pada shear wall terbentuk karena adanya gaya horisontal bekerja di atas dinding. Kekuatan ini mencoba mengangkat salah satu ujung dinding dan mendorong ujung lainnya ke bawah.(Kebayang gak gan,sis). gaya uplift ini menimbulkan efek yang lebih besar pada dinding pendek tetapi tinggi dan efek ini akan lebih kecil pada dinding panjang  tetapi tidak tinggi alias rendah. Terkadang, dinding geser memerlukan perangkat penahan untuk memberikan resistensi yang diperlukan. 

LOKASI PENEMPATAN SHEAR WALL
Ada terutama dua susunan dinding geser; satu ditempatkan di tepi bangunan. Yang lain ditempatkan di dalam bangunan dalam bentuk dinding inti atau bagian saluran MEP.

Pada bangunan bertingkat, dinding geser umumnya terletak di tengah bangunan biasanya dalam bentuk sistem dinding inti untuk mengakomodasi sistem pergerakan vertikal seperti lift. 


Berikut ini adalah beberapa contoh ilustrasi penempatan Shear Wall.


Semoga bermanfaat ... Jangan lupa share dengan menekan tombol dibawah ini ke media social... Salam Teknik
Area Teknik Sipil
Share:

Pengertian Dowel Bar, Fungsi dan Metode Pemasangannya.

Dowel Bar adalah bilah baja pendek dan bundar yang digunakan untuk menyediakan koneksi mekanis antara slab tanpa membatasi gerakan sambungan horizontal. Dowel bar ini  digunakan di trotoar/jalan beton bersendi untuk membawa tekanan tambahan dan beban yang disebabkan oleh kendaraan yang bergerak.

Bar Dowel digunakan untuk beberapa hal sebagai berikut :
  1. Untuk memindahkan beban dari satu lempengan ke lempengan yang berdekatan sedemikian rupa sehingga dua lempengan berurutan bergerak bersama dan mengurangi pemuatan impak yang dikembangkan oleh lempengan oleh gerakan independennya.
  2. Untuk mengurangi kesalahan sendi dan retak sudut.
  3. Untuk meningkatkan kinerja sambungan perkerasan.



Ukuran batang dowel tergantung pada ketebalan trotoar. Biasanya, batang dowel memiliki panjang 18 inci (460mm), diameter 1,25 hingga 1,5 inci (32 hingga 38 mm), dan berjarak terpisah 12 inci (305mm). 



Dowel bar ditempatkan pada sambungan melintang dari perkerasan beton untuk memungkinkan pergerakan. Mereka dimasukkan di tengah-tengah slab dan dilapisi bahan pemecah ikatan untuk membatasi ikatan ke PCC (biasanya di isolasi dengan potong pvc yang tiap ujungnya diberi perekat lakban). Dengan demikian dowel tersebut membantu memindahkan muatan yang memungkinkan ekspansi dan kontraksi lempengan yang berdekatan secara mandiri saat beban bekerja.

Bar Dowel harus ditempatkan sejajar dengan garis tengah. Saluran baru harus dipotong sehingga setidaknya setengah dowel dapat berada di setiap sisi sambungan atau retak.


Batang Dowel juga digunakan di dinding RCC untuk pelat dan kolom. Mereka ditempatkan dalam dua cara:

Metode 1: Bilah pendek pendek ditempatkan sebelum menuangkan beton di posisi. Ini adalah metode yang paling umum dan berhasil dalam hal ikatan, hemat biaya karena tidak memerlukan bahan kimia untuk tujuan ikatan.

Metode 2: Mengebor lubang di beton, dan menempatkan bahan kimia Hilti untuk ikatan yang kuat. Itu mahal karena bahan kimia Hilti digunakan yang mahal. Metode ini diadopsi ketika kami lupa menempatkan bilah ekstensi sebelum membuat.

Semoga bermanfaat..(Jangan Lupa shared)
Share:

Menentukan Kedalaman Pondasi Dangkal

Menentukan kedalaman pondasi yang tepat untuk struktur bangunan adalah langkah penting dalam proses desain bangunan. Informasi yang diberikan dalam artikel ini akan membantu Anda menentukan kedalaman fondasi yang tepat untuk sebuah bangunan.

Sebelum membahas lebih dapam mari kita review sedikit... Fondasi adalah bagian dari struktur yang menerima beban struktur atas dan kemudian mentransmisikan beban struktur ke tanah dibawah bangunan itu berdiri.



Sebelum menghitung kedalaman pondasi dangkal, faktor-faktor berikut ini harus dipertimbangkan sebelumnya ...

  1. Fondasi harus diletakkan pada kedalaman sedemikian sehingga aman terhadap kerusakan karena pembengkakan, penyusutan atau pembekuan tanah.
  2. Daya dukung tanah di bawah pondasi harus memadai untuk mendukung beban yang berasal dari pondasi.
  3. Jika pondasi harus diletakkan di atas tanah yang kohesif maka proses konsolidasi tidak boleh berlebihan.
  4. Jangan sekali-kali meletakkan fondasi pada tanah yang gembur atau terganggu yang memiliki kecenderungan terkikis oleh angin atau banjir.
  5. Jika memungkinkan maka pondasi harus diletakkan di atas muka air tanah karena hal ini dapat menghindari biaya pemompaan, dan dapat mencegah ketidakstabilan tanah karena rembesan air ke dasar galian.
  6. Lakukan penyelidikan pada tanah fondasi untuk mengetahui sifat fisik dan kimianya, karena keberadaan sulfat dapat merusak fondasi.



Kedalaman minimum pondasi dangkal untuk tanah dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut seperti yang disarankan oleh persamaan dari "Rankine" sebagai berikut ini .. 

Dmin = (q / g) * [(1 - sinØ) / (1 + sinØ)] 2

Dimana,

Dmin = Kedalaman minimum fondasi dalam (m)

g = Kepadatan satuan berat tanah dalam (kN / m3)

Ø = Sudut kestabilan lerang

q = Intensitas beban atau Daya dukung tanah yang aman dalam kN / m2


Berikut ini adalah contoh perhitungan menentukan kedalaman fondasi dangkal
Hitung kedalaman minimum yang diperlukan untuk pondasi yang memikul tekanan sebesar 55 kN / m2 di tanah tanpa kohesi yang memiliki kepadatan 16 kN / m3 dan sudut stabil sebesar 20° ?

Data yang Diberikan

Intensitas tekanan (q) = 55 kN / m2

Kepadatan/kerapatan tanah (g) = 16 kN / m3

Sudut kestabilan lereng (Ø) = 20°

Perhitungan

Kedalaman minimum pondasi, menurut Rankine,

Dmin = (q / g) * [(1 - sinØ) / (1 + sinØ)] 2

Dmin = (55/16) * [(1 - sin20°) / (1 + sin20°)] 2

Dmin = 0,82 meter


Untuk karakteristik tanah lain dapat lihat tabel dibawah ini ..
(*Rotasi ponsel anda untuk melihat tabel dibawah ini)

Jenis Tanah Sudut tenang/Stabil (kN / m3) Kepadatan tanah (kN / m3)
Pasir kering 25 - 35 16
Pasir lembab 30 - 35 18.4
Pasir basah 15 - 25 19.2
Pasir kering padat 35 19.2
Krikil 30 - 40 17.9
Campuran krikil & pasir 25 - 40 19.2
Puing 45 19.2
Lempung jenuh air 15 19.2
Lempung kering 30 17.6
Abu 40 6.4

Semoga bermanfaat// Salam Teknik..
Share:

Perbedaan Jembatan dan Flyover


Jembatan dan Flyover dapat dibedakan tergantung pada fungsinya, tujuan penggunaan dan lokasi di mana ia dibangun. Berikut ini adalah beberapa perbedaan tersebut..

Jembatan

1. Struktur drainase yang memfasilitasi rute komunikasi untuk membawa lalu lintas jalan atau kereta api melintasi rintangan atau depresi dengan atau tanpa air disebut jembatan.

2 .Jembatan adalah struktur yang dibangun di atas penghalang alami seperti sungai, lembah untuk menghubungkan dua lokasi yang dipisahkan oleh penghalang ini.

3. Jembatan diklasifikasikan lebih lanjut berdasarkan tujuan, umur, bahan, rentang dll.


4. Jembatan digunakan untuk menavigasi lalu lintas melintasi halangan, untuk menavigasi pipa dan bentuk transportasi lainnya.

Flyover :

1. Jalan layang adalah jembatan layang, jembatan jalan tingkat tinggi yang melintasi persimpangan atau persimpangan jalan raya.

2. Flyover adalah struktur yang menghubungkan dua titik atau lebih yang dipisahkan oleh rute yang dapat diakses atau struktur buatan manusia tujuannya untuk memotong lalu lintas untuk perjalanan yang lebih cepat dan menghindari timbulnya kemacetan akibat crossing road.

3. Flyover biasanya dibuat di persimpangan jalan baik akibat kendara atau kereta.

4. Nama Flyover itu sendiri menunjukkan bahwa Anda dibuat seolah terbang di atas zona lalu lintas.

5. Flyover biasanya dibangun untuk kendaraan jalan (mobil, bus, truck dan sepeda motor).
Share:

Ukuran Standar Kolom Struktur Bangunan

Hallo Civils.. Pertama-tama, tidak ada ukuran standar kolom. Ukuran kolom tergantung pada beberapa faktor seperti jenis kolom, beban yang akan ditentang dan utilitas arsitektur kolom itu. Tergantung pada faktor-faktor ini kita harus mengadopsi atau mengasumsikan ukuran kolom dan kemudian perlu memeriksa keamanannya.



Ada berbagai jenis kolom seperti kolom kayu, kolom RCC, dll. Saat ini kolom RCC banyak digunakan dalam struktur, Jadi dalam artikel ini, saya akan membahas ukuran kolom RCC. Owh iya sebelumnya RCC itu adalah singkatan dari (Reinforced Cement Concrete)..

Ukuran minimum kolom tidak boleh kurang dari 20 x 20 untuk struktur bertingkat tunggal dengan beton M15 (1: 2: 4). (M15 Itu Mix/adukan dengan kekuatan 15 Mpa)

Jika kolom 20 x 20 cm digunakan dalam bangunan satu setengah lantai, selalu gunakan beton M20 (1: 1.5: 3). Jika Anda menggunakan beton M15 untuk struktur satu setengah lantai, ukuran kolom tidak boleh kurang dari 30 x 25 cm.




Cobalah untuk menjaga jarak yang sama antara pusat dua kolom. Selalu rencanakan tata letak kolom pada kisi. Jarak antara dua kolom ukuran 20 x 20 cm tidak boleh lebih dari 4m pusat ke pusat kolom.

Jika jarak bebas hambatan yang lebih besar diperlukan maka kolom ukuran yang lebih besar harus digunakan. Ukuran kolom harus ditingkatkan karena dua faktor:

1. Meningkatkan jarak antara dua kolom (ini meningkatkan dimensi kolom serta kedalaman balok).
2. Ketinggian bangunan (peningkatan jumlah lantai berbanding lurus dengan dimensi kolom).

Selain faktor jarak tentunya pembebanan yang diterima oleh bangunan juga mempengaruhi dimensi dari struktur tidak hanya kolom bahkan balok, pondasi dan komponen struktur lainnya yang dipengaruhi gaya tersebut..

Tabel di bawah ini menunjukkan perkiraan kasar ukuran kolom untuk bangunan bertingkat..
(Rotasi ponsel anda jika tabel tidak terbaca)

Lantai Ketinggian Lantai Ukuran Kolom (mm)
10-Tingkat 1 - 10700 x 700
20 - Tingkat 1 - 7
8 - 14
15 - 20
750 x 750
600 x 600
450 x 450
30 - Tingkat 1 - 10
11 - 20
21 - 30
800 x 800
650 x 650
470 x 470

dan berikut ini adalah tabel ukuran penampang kolom / standar ukuran kolom yang sering digunakan

Ukuran Penampang
a (mm)
b (mm)
Berat T/m
300 x 330
300
300
0,248
300 x 400
300
400
0,300
400 x 400
400
400
0,400
500 x 500
500
500
0,625
500 x 600
500
600
0,750
600 x 600
600
600
0,900
600 x 700
600
700
1,050
700 x 700
700
700
1,225
700 x 800
800
800
1,400
800 x 900
800
900
1,800
900 x 900
900
900
2,025
1000 x 1000
1000
1000
2,500
1100 x 1100
1100
1100
3,025
1100 x 1200
1100
1200
3,300

Note : Ukuran Section diatas hanya merupakan ukuran yang sering dipakai, untuk penerapan langsung dilapangan harus ditinjau dengan kondisi pempebanan dari strukturan dan tipe jenis dari struktur serta bahan materail penyusun yang digunakan.

 Selam Teknik..
Share:

Beton instan dan Kelebihannya


Hallo civils, kali ini atas akan membahas mengenai beton instan, eitsss instan ? udah kaya makanan aja ya. Yup sesuai namanya beton instan ini sangat praktis tentunya ya. hal ini dikarenakan beton instan dibuat dengan proporsional takaran tertentu (antara agregat, semen yang dalam pembuatannya menggunakan bantuan mesin canggih sehingga kualitasnya tidak diragukan lagi dan bisa dibilang mirip-mirip lah dengan beton ready mix. sebagai contoh berikut ini adalah keunggulan menggunakan beton instan dibandingan dengan adukan konvensional...



Kelebihan
  • Keseragaman mutu beton.
  • Mutu terjamin
  • Praktis dan cepat tentunya dalam pengaplikasian.
  • Pengontrolan material lebih mudah tentunya karena berbentuk zak (terutama untuk proyek besar).
Owh iya berikut ini adalah tipe dari beton instan yang akan mudah kalian temui di toko bangunan...
  • B0 dapat digunakan untuk pembuatan lantai kerja (LC)
  • K175 cocok digunakan untuk pengecoran kolom praktis, ring balok, sloof.
  • K225 sampai dengan K550 dapat digunakan untuk pengecoran elemen struktur bangunan seperti lantai, balok, pondasi..
Satu lagi yang ketinggalan nih, untuk kuat tekan beton instan sendiri pada umur 7 hari akan dicapai kekuatan 65 % dari kekuatan yang dipesan (K175, K225 ...) dan 95- 100% pada umur 28 Hari.

Semoga bermanfaat, Salam Teknik..
Share:

Artikel Terbaru