Proses Pengelaran Aspal: Tahapan, Suhu, dan Alat yang Digunakan
Menghitung Koefisien Pekerja pada AHSP Konstruksi
- Koefisien Bahan: Koefisien bahan adalah faktor yang menggambarkan jumlah bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi dalam satuan tertentu. Koefisien bahan biasanya dinyatakan sebagai perbandingan antara jumlah bahan yang digunakan dengan satu unit pekerjaan. Koefisien ini membantu dalam menghitung jumlah total bahan yang diperlukan untuk pekerjaan tertentu berdasarkan ukuran atau volume pekerjaan. Contohnya, dalam pemasangan keramik, koefisien bahan dapat menentukan berapa jumlah keramik yang diperlukan per meter persegi plesteran.
- Koefisien Pekerja: Koefisien pekerja adalah faktor yang menggambarkan jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi dalam satuan tertentu. Koefisien pekerja juga dinyatakan sebagai perbandingan antara jumlah waktu atau jam kerja yang diperlukan dengan satu unit pekerjaan. Koefisien ini membantu dalam menghitung jumlah total jam kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan berdasarkan ukuran atau volume pekerjaan. Contohnya, dalam pemasangan keramik, koefisien pekerja dapat menentukan berapa jam yang diperlukan untuk memasang keramik per meter persegi plesteran.
Dengan menggunakan koefisien bahan dan pekerja, kita dapat melakukan estimasi biaya yang lebih akurat untuk pekerjaan konstruksi. Ini membantu dalam penyusunan anggaran proyek yang lebih rinci dan memastikan bahwa proyek dapat dibiayai dengan tepat sesuai dengan kebutuhan dan skala pekerjaan yang dilakukan.
Namun pernahkah kalian bertanya-tanya dari mana nilai atau angka koefisien yang ada pada AHSP itu diperoleh ??, Berikut ini Area Teknik Sipil akan memberikan gambaran dari mana angka koefisien tersebut di peroleh,
Sebagai contoh perhitungan adalah pekerjaan plesteran per 1 m2, mari kita cari besarnya koefisiennya pekerjaanya..
Pengertian Konstruksi
Konstruksi adalah suatu proses untuk membangun bangunan, infrastruktur, atau struktur lainnya yang terdiri dari berbagai komponen dan material. Konstruksi dilakukan oleh para ahli konstruksi yang terlatih dan berpengalaman. Konstruksi dapat mencakup pembangunan gedung, jembatan, jalan raya, infrastruktur publik, dan proyek-proyek besar lainnya.
Konstruksi biasanya dimulai dengan perencanaan. Perencanaan konstruksi meliputi penentuan lokasi, desain, dan jenis material yang akan digunakan. Setelah perencanaan selesai, tim konstruksi akan memulai proses konstruksi sebenarnya.
Proses konstruksi dimulai dengan pembersihan lahan dan penggalian tanah. Setelah itu, tim konstruksi akan memasang pondasi untuk mendukung struktur yang akan dibangun. Pondasi dapat dibangun dengan berbagai jenis material, termasuk beton, batu bata, atau kayu.
Setelah pondasi selesai, konstruksi dapat dilanjutkan dengan pemasangan kerangka. Kerangka adalah rangkaian balok dan tiang yang akan membentuk struktur bangunan. Kerangka biasanya terbuat dari kayu atau baja.
Setelah kerangka selesai, tim konstruksi akan melanjutkan dengan pemasangan dinding, lantai, dan atap. Material yang digunakan untuk pemasangan ini bisa bervariasi tergantung pada desain dan tujuan bangunan. Sebagai contoh, sebuah gedung perkantoran mungkin menggunakan kaca untuk dinding dan atapnya, sementara sebuah gudang bisa menggunakan dinding dari bata atau beton.
Setelah semua struktur selesai dibangun, tim konstruksi akan melakukan finishing. Finishing meliputi pemasangan bahan interior dan eksterior, seperti pengecatan dinding, penyelesaian lantai, instalasi listrik, dan pemasangan peralatan yang diperlukan. Setelah selesai, bangunan siap untuk digunakan.
Namun, proses konstruksi tidak selalu berjalan mulus. Ada beberapa masalah yang mungkin terjadi selama proses konstruksi, seperti perubahan peraturan, masalah keuangan, atau masalah kesehatan dan keselamatan. Oleh karena itu, selama proses konstruksi, tim konstruksi harus siap untuk mengatasi masalah tersebut dengan cepat dan efektif.
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi juga telah memainkan peran penting dalam proses konstruksi. Teknologi seperti Building Information Modeling (BIM) dan drone digunakan untuk membantu para ahli konstruksi dalam merencanakan dan memonitor proses konstruksi. Dalam hal ini, teknologi memungkinkan tim konstruksi untuk merencanakan proyek dengan lebih efisien dan mengidentifikasi masalah dengan lebih cepat.
Dalam kesimpulan, konstruksi adalah suatu proses yang kompleks yang membutuhkan banyak kerja sama dan koordinasi. Dalam proses konstruksi, terdapat berbagai tahap yang harus ditempuh, mulai dari perencanaan hingga finishing
Perhitungan Koefisien Pekerja pada AHSP
AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaan) adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya proyek konstruksi. Dalam AHSP, perhitungan koefisien pekerja digunakan untuk menghitung biaya tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap item dalam proyek. Dalam artikel ini, akan dijelaskan tentang perhitungan koefisien pekerja pada AHSP.
1. Penentuan Standar Waktu
Standar waktu diperlukan untuk menghitung koefisien pekerja. Standar waktu adalah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas oleh pekerja yang terampil dengan menggunakan alat dan peralatan standar. Standar waktu dapat diperoleh dari pengalaman kerja sebelumnya atau dari referensi standar waktu yang telah disetujui.
2. Penentuan Koefisien Pekerja
Koefisien pekerja diperoleh dengan mengalikan jumlah pekerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas dengan standar waktu yang telah ditentukan. Jumlah pekerja yang diperlukan perlu ditentukan dengan mempertimbangkan kompleksitas tugas dan tingkat keterampilan pekerja. Koefisien pekerja dapat dihitung dengan rumus:
Koefisien Pekerja = (Jumlah Pekerja x Standar Waktu) / Waktu Normal
Dimana:
Jumlah Pekerja: Jumlah pekerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas
Standar Waktu: Waktu yang diperlukan oleh pekerja terampil dengan menggunakan alat dan peralatan standar untuk menyelesaikan suatu tugas
Waktu Normal: Waktu kerja normal dalam sehari (8 jam)
3. Perhitungan Biaya Tenaga Kerja
Setelah koefisien pekerja diperoleh, perlu dilakukan perhitungan biaya tenaga kerja. Biaya tenaga kerja dapat dihitung dengan mengalikan koefisien pekerja dengan upah pekerja per jam. Upah pekerja per jam perlu ditentukan berdasarkan standar upah yang berlaku dan tingkat keterampilan pekerja.
4. Perhitungan Biaya Lainnya
Selain biaya tenaga kerja, perlu juga diperhitungkan biaya lainnya seperti biaya transportasi, biaya overhead, biaya administrasi, dan sebagainya. Biaya lain ini perlu diperhitungkan agar total biaya proyek dapat dihitung secara akurat.
5. Total Biaya
Setelah semua biaya diperhitungkan, langkah terakhir adalah menambahkan semua biaya untuk mendapatkan total biaya proyek. Total biaya ini harus disesuaikan dengan anggaran yang tersedia dan kebutuhan proyek. Jika total biaya melebihi anggaran yang tersedia, maka perlu dilakukan perubahan pada rencana konstruksi atau perlu dicari alternatif biaya yang lebih efisien.
Itulah beberapa langkah dalam perhitungan koefisien pekerja pada AHSP. Perhitungan ini perlu dilakukan dengan hati-hati agar total biaya proyek dapat dihitung secara akurat dan tidak melebihi anggaran yang tersedia.
Perhitungan Kebutuhan Semen dan Kebutuhan Air dalam Adukan Beton
Hallo Civils, Berikut ini adalah contoh perhitungan kebutuhan air pada adukan semen:
Tentukan rasio campuran semen dan pasir yang akan digunakan, misalnya 1:3. Artinya, untuk setiap bagian semen, digunakan 3 bagian pasir.
Hitung volume adukan yang dibutuhkan dengan mengalikan luas area yang akan ditutupi dengan ketebalan adukan. Misalnya, untuk membuat adukan untuk lantai dengan luas 20 m2 dan ketebalan 5 cm, maka volume adukan yang dibutuhkan adalah:
Volume adukan = luas x ketebalan
Volume adukan = 20 m2 x 0,05 m
Volume adukan = 1 m3
Hitung berat semen yang dibutuhkan dengan mengalikan rasio campuran dengan volume adukan yang dibutuhkan. Misalnya, jika rasio campuran adalah 1:3 dan volume adukan yang dibutuhkan adalah 1 m3, maka berat semen yang dibutuhkan adalah:
Berat semen = rasio campuran x volume adukan x berat jenis semen
Berat semen = 1/4 x 1 m3 x 1400 kg/m3
Berat semen = 350 kg
Hitung kebutuhan air dengan mengalikan berat semen dengan faktor air semen yang direkomendasikan oleh pabrik semen atau sesuai dengan standar yang berlaku. Misalnya, jika faktor air semen yang direkomendasikan adalah 0,4, maka kebutuhan air adalah:
Kebutuhan air = berat semen x faktor air semen
Kebutuhan air = 350 kg x 0,4
Kebutuhan air = 140 liter
Jadi, untuk membuat adukan semen dengan rasio campuran 1:3 untuk menutupi lantai seluas 20 m2 dan ketebalan 5 cm, dibutuhkan 350 kg semen dan 140 liter air. Namun, perlu diingat bahwa perhitungan ini hanya sebagai panduan, karena kebutuhan air pada adukan semen juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti kondisi cuaca dan kelembaban lingkungan.
Cara Menghitung RAB Proyek Konstruksi
Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah dokumen yang penting dalam perencanaan proyek konstruksi. RAB adalah ringkasan rinci dari semua biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut, termasuk biaya material, biaya tenaga kerja, biaya peralatan, dan biaya lainnya. Dalam artikel ini, akan dijelaskan cara menghitung RAB untuk proyek konstruksi.
Perhitungan Volume
Langkah pertama dalam menghitung RAB adalah menentukan volume setiap item dalam rencana konstruksi. Volume diperlukan untuk menghitung berapa banyak bahan dan material yang diperlukan. Volume dapat dihitung dengan mengalikan luas permukaan dengan tinggi atau kedalaman item. Sebagai contoh, jika Anda ingin menghitung volume beton untuk sebuah kolom, Anda harus mengalikan luas permukaan kolom dengan tinggi kolom.
Perhitungan Harga Material
Setelah menentukan volume item, langkah selanjutnya adalah menghitung harga material. Harga material dapat diperoleh dari supplier material atau toko bangunan terdekat. Harga material perlu dihitung untuk semua bahan yang dibutuhkan untuk setiap item dalam rencana konstruksi, seperti beton, besi, kayu, kaca, dan sebagainya.
Perhitungan Biaya Tenaga Kerja
Selanjutnya, perlu dihitung biaya tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Biaya tenaga kerja dapat dihitung dengan mengalikan upah per jam dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek dapat dihitung dengan mempertimbangkan waktu yang diperlukan untuk setiap tugas dalam proyek konstruksi.
Perhitungan Biaya Peralatan
Selain biaya material dan biaya tenaga kerja, perlu juga dihitung biaya peralatan yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Biaya peralatan dapat dihitung dengan mengalikan biaya sewa atau biaya pembelian peralatan dengan waktu yang diperlukan untuk menggunakan peralatan tersebut dalam proyek.
Perhitungan Biaya Lainnya
Selain biaya material, biaya tenaga kerja, dan biaya peralatan, ada juga biaya lain yang perlu diperhitungkan dalam RAB, seperti biaya transportasi, biaya overhead, biaya administrasi, dan sebagainya. Biaya lain ini perlu diperhitungkan agar total biaya proyek dapat dihitung secara akurat.
Total Biaya
Setelah semua biaya diperhitungkan, langkah terakhir adalah menambahkan semua biaya untuk mendapatkan total biaya proyek. Total biaya ini harus disesuaikan dengan anggaran yang tersedia dan kebutuhan proyek. Jika total biaya melebihi anggaran yang tersedia, maka perlu dilakukan perubahan pada rencana konstruksi atau perlu dicari alternatif biaya yang lebih efisien.
Itulah beberapa langkah dalam menghitung RAB untuk proyek konstruksi.
6 Jenis Aspal dan Pengertiannya
Aspal adalah bahan perekat yang sering digunakan dalam konstruksi jalan, bangunan, dan permukaan parkir. Aspal biasanya terbuat dari campuran minyak bumi dan bahan pengisi, dan merupakan bahan konstruksi yang sangat populer karena kemampuannya untuk menahan beban berat, tahan cuaca, dan tahan lama. Ada beberapa jenis aspal yang tersedia, masing-masing dengan kekuatan dan kelemahan tertentu. Berikut adalah beberapa jenis aspal yang paling umum:
1. Aspal Beton
Aspal Beton adalah jenis aspal yang paling umum digunakan dalam konstruksi jalan dan bangunan. Aspal ini terbuat dari campuran batu dan pasir dengan aspal cair. Aspal beton sangat tahan lama, tahan terhadap air dan bahan kimia, dan tahan terhadap kondisi cuaca yang ekstrem.
2. Aspal Emulsi
Aspal Emulsi adalah jenis aspal yang lebih murah daripada aspal beton. Aspal ini terbuat dari campuran air dan aspal, dan sering digunakan dalam konstruksi jalan kecil dan permukaan parkir. Kelemahan aspal emulsi adalah kurang tahan terhadap cuaca yang ekstrem dan tidak tahan terhadap lalu lintas berat.
3. Aspal Modifikasi Polimer
Aspal Modifikasi Polimer adalah jenis aspal yang diperkuat dengan penambahan bahan-bahan polimer seperti karet atau plastik. Jenis aspal ini sangat tahan lama dan tahan terhadap kondisi cuaca yang ekstrem, serta tahan terhadap lalu lintas berat. Aspal modifikasi polimer biasanya digunakan dalam konstruksi jalan raya dan jembatan.
4. Aspal Karet
Aspal Karet adalah jenis aspal yang diperkuat dengan penambahan butiran-butiran karet yang dihasilkan dari ban bekas. Jenis aspal ini sangat tahan lama dan tahan terhadap lalu lintas berat. Aspal karet biasanya digunakan dalam konstruksi jalan raya dan permukaan parkir.
5. Aspal Baja
Aspal Baja adalah jenis aspal yang diperkuat dengan penambahan serat baja. Jenis aspal ini sangat tahan lama dan tahan terhadap lalu lintas berat serta kondisi cuaca yang ekstrem. Aspal baja biasanya digunakan dalam konstruksi jalan raya dan jembatan.
6. Aspal Tanah Liat
Aspal Tanah Liat adalah jenis aspal yang terbuat dari campuran aspal cair, tanah liat, dan bahan pengisi lainnya. Jenis aspal ini relatif murah dan mudah ditemukan, namun kurang tahan terhadap lalu lintas berat dan cuaca yang ekstrem. Aspal tanah liat biasanya digunakan dalam konstruksi jalan kecil dan permukaan parkir.
Dalam memilih jenis aspal yang tepat untuk suatu proyek konstruksi, harus mempertimbangkan faktor seperti tahan lama, kekuatan, tahan terhadap lalu lintas berat dan kondisi cuaca ekstrem, serta biaya.
Metode Konstruksi Top-Down
Pengertian Groove Line atau Sersan Berserta Fungsinya
Hallo civils, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Groove Line atau sering disebut dengan sersan. Ok sebelumnya pernahkan anda berjalan-jalan ke mall dengan membawa kendaran pribadi baik motor atau mobil ? Tentunya anda perlu memarkirkan kendaraan pribadi tersebut pada lahan parkir yang telah disediakan oleh pengelola mall sebelum berbelanja. Biasanya parkiran pada mall tersebut terdiri dari beberapa tingkatan lantai yang dihubungkan oleh sebuah tanjakan yang bisa kita sebut dengan "RAMP". Ramp sendiri memiliki bentuk yang berbeda-beda, ada yang berbentuk seperti tanjakan biasa adapula yang berbentung seperti sepiral.
Nah saat anda melewati Ramp tersebut pernahkah anda perhatikan bawah dilantai ramp tersebut diberikan garis-garis coakan? Nah garis coakan tersebutlah yang kita sebut dengan instillah Groove line (Sersan). Fungsi dari Groove line (Sersan) tersebut adalah pemberi nilai friksi tambahan saat ban suatu kedaraan bersentuhan dengan plat lantai tersebut. dengan diberikan Groovle line atau garis sersan bisa meminimalisir terjadinya Slip pada ban kendaraan yang melintas pada ramp yang tentunya sangat membahayakan. Bisa kalian bayangkan apabila lantai ramp yang menanjak hanya sebuah plat lantai beton biasa dengan permukaan yang flat/datar. Selain di ramp biasanya groove line ini dibuat juga loh pada area parkir kendara yang tidak menjak hal ini diperlukan apabila lantai parkiran tersebut bertekstur licin (Hardener)
Berikut ini bentuk bentuk pola Groove line yang sering kita temui :
- Tipe Sersan (V) Sesuai namanya pola ini berbentuk seperi lambang pangkat sersan tentara, Oleh sebab itu dinamai Sersan di indonesia.
- Tipe Garis Lurus/Memanjang
Peran Quantity Surveyor Dalam Dunia Konstruksi
- Menghitung quantitas baik itu luas, volume atau satuan lainnya yang nantinya hitungan tersebut akan digunakan untuk menentukan harga (Jasa) kontrak pekerjaan yang akan diberikan kepada sub-kontraktor atau mandor. (Pastikan hitungan anda teliti)
- Menghitung quantitas baik itu luas, volume atau satuan lainnya yang nantinya hitungan tersebut akan digunakan untuk melakukan pengadaan material sesuai dengan spesifikasi teknis.
- Melakukan Opname untuk menentukan pembayaran yang dapat dikeluarkan berdasarkan bobot atau volume dilapangan untuk Sub-kontraktor atau mandor.
- Memastikan gambar kerja yang digunakan sudah Up to data dan siap diaplikasikan dilapangan.
- Menghitung dan menentukan harga satuan pekerjaan berdasarkan SNI-AHSP yang berlaku.
- Berkoordinasi dengan Cost Control terkait harga satuan pekerjaan agar terestimasi dengan baik.
- Mampu mengoprasikan software AutoCAD, lebih baik jika menguasai software lainnya seperti : Cubicost, SketchUp.
- Mampu mengoprasikan software Ms.Excel + Formula oprasi perhitungan.
- Pastikan diri anda Disiplin dan Teliti.
- Mampu bekerja tanpa lelah, apabila terdapat perubahan gambar secara tiba-tiba yang membuat anda harus menghitung ulang kuantitas suatu pekerjaan.
Pengertian Tile Spacer, Kegunaan dan Cara Pemasangannya
Tile spacer/spacer ubin/Sekat keramik adalah benda plastik yang dibuat dalam bentuk T atau silang
yang ditempatkan di antara ubin untuk menjaga jarak sekat yang konstan dan konsisten di antara ubin. Spacer menciptakan celah yang nantinya dapat diisi oleh nat, yang akhirnya akan memberikan sentuhan simetris ke permukaan.
- Tile spacer tersedia di pasaran mulai dari ukuran lebar mulai dari 2mm hingga 6mm.
- Plastik ringan dan kokoh adalah bahan utama untuk produksi ubin spacer.
- Pemilihan spacer ubin tergantung pada preferensi pribadi dan standar yang ditentukan.
- Secara umum, spacer yang digunakan untuk dinding biasanya memiliki ketebalan/ukuran 2mm, dan spacer untuk lantai berukuran 3mm.
pada awalnya, tempatkan ubin di permukaan yang sudah diberikan lapisan perekat/lem keramik. Setelah itu tempatkan spacer di setiap sudut ubin. Tempatkan spacer ubin langsung di sudut ubin dan dorong ubin. dengan dipasangnya spacer disetiap sisi keramik maka akan didapat jarak antara nat yang sama disetiap sisinya.
Manfaat penting menggunakan spacer ubin adalah:
- Tile spacer memungkinkan lantai memiliki penempelan lurus dan bahkan pada nat-nya.
- Memungkinkan untuk mengukur ubin saat meletakkan, memberi label, dan memotongnya.
- Lantai mendapatkan hasil yang profesional dan indah dipandang.
- Penggunaan spacer ubin melindungi integritas lantai ubin.
Menghitung Kebutuhan Air untuk Adukan Beton
- Konsumsi/Kebutuhan semen per 1m3 adukan beton
- Rasio air semen/FAS : pada Point 2 ini sebenearnya bisa diperoleh melalui pengujian dilaboratorium dengan persentase yang berbeda-beda agar didapatkan angka optimum dari campuran terkait.
Semoga bermanfaat ..
Jenis - Jenis Bantalan Rel Kereta Api [ Kelebihan dan Kekurangannya]
- Kayu
- Baja
- Beton
- Plastik
- Biaya konstruksi lebih murah
- Material kayu banyak tersedia dan mudah didapat (pada masa lampau)
- Mudah disesuaikan oleh ukuran rel
- Proses penggantian bantalan saat maintenance mudah
- Komponen terbaik untuk bantalan
- Masa pakai relatif lebih singkat dibanding dengan material lain (umumnya 12 - 15 tahun)
- Rentan terhadap kerusakan, baik dari hama atau dari cuaca.
- Kekakuan lateral dan longitudinal trek kurang karena koneksi antara rel dan bantalan tidak begitu kuat.
- Biaya perawatan tinggi
- Merusak lingkungan apabila gunakan secara masif tanpa ada pembaharuan bahan alam.
- Masa pakai lebih lama (35 hingga 50 tahun).
- Seragam dalam kekuatan dan daya tahan.
- Dapat dengan mudah disesuaikan dan dipelihara.
- Stabilitas trek lateral dan longitudinal lebih baik
- Pemeliharaan tidak perlu sering dilakukan.
- Logam cenderung berkarat.
- Membutuhkan lebih banyak jumlah pemberat dan aksesoris dalam pembuatannya
- Tidur ini tidak cocok untuk jembatan, persimpangan tingkat dll
- Lebih banyak kerusakan selama kecelakaan. (bantalan penyok)
3. Beton
Jenis bantalan yang satu ini sangat populer dan sangat banyak digunakan dibandingkan dengan material lainnya. bantalan ini terbuat dari komponen beton bertulang dengan mutu beton tinggi. sebenarnya ada 2 tipe dari material beton ini yaitu beton bertulang dan beton prategang.
Kelebihan
- Umur pakai relatif panjang (40 hingga 60 tahun).
- Membutuhkan lebih sedikit alat kelengkapan penunjang.
- Penyesuaian ukuran sederhana dan mudah.
- Merupakan material pembentuk koneksi yang kuat antara rel dan bantalan itu sendiri.
- Stabilitas trek lateral dan longitudinal lebih baik.
- Mampu menahan tekanan yang disebabkan oleh lalu lintas yang cepat dan berat diatasnya.
- Biaya perawatan rendah.
- Tahan terhadap cuaca extreme
- Biaya konstruksi cukup tinggi
- Proses maintance yang cukup rumit
4. Pelastik
Bantalan kereta api dari material plastik ini juga disebut sebagai bantalan komposit. Komposit plastik adalah bahan modern total untuk membuat bantalan rel yang terbuat dari campuran plastik dan karet bekas. Bantalan plastik menggabungkan kelenturan kayu dan daya tahan beton. bantalan plastik ini pertama kali digunakan sebagai bantalan di jalur kereta api oleh Jepang. Setelah itu, bantalan komposit plastik dipasang di jalur Zollamt Bridge di Wina, Austria.
Kelebihan
- Umur pakai sangat lama (30 - 80 tahun)
- Baik dalam meredam getaran akibat lalu lintas diatasnya.
- Pemasangannya cukup mudah dan murah.
- Dapat didaur ulang apabila ada kerusakan komponen.
- Pada suhu yang ekstrim akan mengalamai pemuaian. (tidak tahan panas)
- Terbuat dari material yang sulit terdegradasi oleh unsur biologis jadi pembuatan dan kegiatannya daur ulang harus dikontrol sedemikian rupa agar tidak menimbulkan penceparan nantinya.
Semoga bermanfaat, Apa bila ada kesalah dalam penulisan atau penyampain materi silakan berikan komentar dibawah ini. Salam teknik.. ATS
Pengertian Shear Wall, Fungsi, Jenis dan Penempatannya
- Untuk menahan beban lateral gempa dan angin.
- Untuk menahan gravitasi atau beban vertikal karena beratnya sendiri dan beban hidup atau bergerak lainnya.
- Untuk menahan gaya geser dan angkat pada bangunan.
- Untuk meningkatkan kekuatan dan stabilitas struktur.
- Untuk memberikan kekakuan yang memadai pada struktur.
- Gaya geser.
- Gaya Angkat (Uplift)
Kekuatan angkat:
Gaya angkat pada shear wall terbentuk karena adanya gaya horisontal bekerja di atas dinding. Kekuatan ini mencoba mengangkat salah satu ujung dinding dan mendorong ujung lainnya ke bawah.(Kebayang gak gan,sis). gaya uplift ini menimbulkan efek yang lebih besar pada dinding pendek tetapi tinggi dan efek ini akan lebih kecil pada dinding panjang tetapi tidak tinggi alias rendah. Terkadang, dinding geser memerlukan perangkat penahan untuk memberikan resistensi yang diperlukan.
Ada terutama dua susunan dinding geser; satu ditempatkan di tepi bangunan. Yang lain ditempatkan di dalam bangunan dalam bentuk dinding inti atau bagian saluran MEP.
Pada bangunan bertingkat, dinding geser umumnya terletak di tengah bangunan biasanya dalam bentuk sistem dinding inti untuk mengakomodasi sistem pergerakan vertikal seperti lift.
Berikut ini adalah beberapa contoh ilustrasi penempatan Shear Wall.
Semoga bermanfaat ... Jangan lupa share dengan menekan tombol dibawah ini ke media social... Salam Teknik
Area Teknik Sipil
Pengertian Dowel Bar, Fungsi dan Metode Pemasangannya.
- Untuk memindahkan beban dari satu lempengan ke lempengan yang berdekatan sedemikian rupa sehingga dua lempengan berurutan bergerak bersama dan mengurangi pemuatan impak yang dikembangkan oleh lempengan oleh gerakan independennya.
- Untuk mengurangi kesalahan sendi dan retak sudut.
- Untuk meningkatkan kinerja sambungan perkerasan.
Metode 1: Bilah pendek pendek ditempatkan sebelum menuangkan beton di posisi. Ini adalah metode yang paling umum dan berhasil dalam hal ikatan, hemat biaya karena tidak memerlukan bahan kimia untuk tujuan ikatan.
Metode 2: Mengebor lubang di beton, dan menempatkan bahan kimia Hilti untuk ikatan yang kuat. Itu mahal karena bahan kimia Hilti digunakan yang mahal. Metode ini diadopsi ketika kami lupa menempatkan bilah ekstensi sebelum membuat.
Semoga bermanfaat..(Jangan Lupa shared)
Menentukan Kedalaman Pondasi Dangkal
- Fondasi harus diletakkan pada kedalaman sedemikian sehingga aman terhadap kerusakan karena pembengkakan, penyusutan atau pembekuan tanah.
- Daya dukung tanah di bawah pondasi harus memadai untuk mendukung beban yang berasal dari pondasi.
- Jika pondasi harus diletakkan di atas tanah yang kohesif maka proses konsolidasi tidak boleh berlebihan.
- Jangan sekali-kali meletakkan fondasi pada tanah yang gembur atau terganggu yang memiliki kecenderungan terkikis oleh angin atau banjir.
- Jika memungkinkan maka pondasi harus diletakkan di atas muka air tanah karena hal ini dapat menghindari biaya pemompaan, dan dapat mencegah ketidakstabilan tanah karena rembesan air ke dasar galian.
- Lakukan penyelidikan pada tanah fondasi untuk mengetahui sifat fisik dan kimianya, karena keberadaan sulfat dapat merusak fondasi.
Kedalaman minimum pondasi dangkal untuk tanah dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut seperti yang disarankan oleh persamaan dari "Rankine" sebagai berikut ini ..
Untuk karakteristik tanah lain dapat lihat tabel dibawah ini ..
(*Rotasi ponsel anda untuk melihat tabel dibawah ini)
| Jenis Tanah | Sudut tenang/Stabil (kN / m3) | Kepadatan tanah (kN / m3) |
| Pasir kering | 25 - 35 | 16 |
| Pasir lembab | 30 - 35 | 18.4 |
| Pasir basah | 15 - 25 | 19.2 |
| Pasir kering padat | 35 | 19.2 |
| Krikil | 30 - 40 | 17.9 |
| Campuran krikil & pasir | 25 - 40 | 19.2 |
| Puing | 45 | 19.2 |
| Lempung jenuh air | 15 | 19.2 |
| Lempung kering | 30 | 17.6 |
| Abu | 40 | 6.4 |
Semoga bermanfaat// Salam Teknik..
Perbedaan Jembatan dan Flyover
Jembatan dan Flyover dapat dibedakan tergantung pada fungsinya, tujuan penggunaan dan lokasi di mana ia dibangun. Berikut ini adalah beberapa perbedaan tersebut..
Jembatan
1. Struktur drainase yang memfasilitasi rute komunikasi untuk membawa lalu lintas jalan atau kereta api melintasi rintangan atau depresi dengan atau tanpa air disebut jembatan.
2 .Jembatan adalah struktur yang dibangun di atas penghalang alami seperti sungai, lembah untuk menghubungkan dua lokasi yang dipisahkan oleh penghalang ini.
3. Jembatan diklasifikasikan lebih lanjut berdasarkan tujuan, umur, bahan, rentang dll.
4. Jembatan digunakan untuk menavigasi lalu lintas melintasi halangan, untuk menavigasi pipa dan bentuk transportasi lainnya.
Flyover :
1. Jalan layang adalah jembatan layang, jembatan jalan tingkat tinggi yang melintasi persimpangan atau persimpangan jalan raya.
2. Flyover adalah struktur yang menghubungkan dua titik atau lebih yang dipisahkan oleh rute yang dapat diakses atau struktur buatan manusia tujuannya untuk memotong lalu lintas untuk perjalanan yang lebih cepat dan menghindari timbulnya kemacetan akibat crossing road.
3. Flyover biasanya dibuat di persimpangan jalan baik akibat kendara atau kereta.
4. Nama Flyover itu sendiri menunjukkan bahwa Anda dibuat seolah terbang di atas zona lalu lintas.
5. Flyover biasanya dibangun untuk kendaraan jalan (mobil, bus, truck dan sepeda motor).
Ukuran Standar Kolom Struktur Bangunan
Selain faktor jarak tentunya pembebanan yang diterima oleh bangunan juga mempengaruhi dimensi dari struktur tidak hanya kolom bahkan balok, pondasi dan komponen struktur lainnya yang dipengaruhi gaya tersebut..
| Lantai | Ketinggian Lantai | Ukuran Kolom (mm) |
| 10-Tingkat | 1 - 10 | 700 x 700 |
| 20 - Tingkat | 1 - 7 8 - 14 15 - 20 |
750 x 750 600 x 600 450 x 450 |
| 30 - Tingkat | 1 - 10 11 - 20 21 - 30 |
800 x 800 650 x 650 470 x 470 |
dan berikut ini adalah tabel ukuran penampang kolom / standar ukuran kolom yang sering digunakan
Ukuran Penampang
|
a (mm)
|
b (mm)
|
Berat T/m
|
300 x 330
|
300
|
300
|
0,248
|
300 x 400
|
300
|
400
|
0,300
|
400 x 400
|
400
|
400
|
0,400
|
500 x 500
|
500
| 500 |
0,625
|
500 x 600
|
500
| 600 |
0,750
|
600 x 600
|
600
|
600
|
0,900
|
600 x 700
|
600
|
700
|
1,050
|
700 x 700
|
700
|
700
|
1,225
|
700 x 800
|
800
|
800
|
1,400
|
800 x 900
|
800
|
900
|
1,800
|
900 x 900
|
900
|
900
|
2,025
|
1000 x 1000
|
1000
|
1000
|
2,500
|
1100 x 1100
|
1100
|
1100
|
3,025
|
1100 x 1200
|
1100
|
1200
|
3,300
|
Note : Ukuran Section diatas hanya merupakan ukuran yang sering dipakai, untuk penerapan langsung dilapangan harus ditinjau dengan kondisi pempebanan dari strukturan dan tipe jenis dari struktur serta bahan materail penyusun yang digunakan.
Selam Teknik..
Beton instan dan Kelebihannya
- Keseragaman mutu beton.
- Mutu terjamin
- Praktis dan cepat tentunya dalam pengaplikasian.
- Pengontrolan material lebih mudah tentunya karena berbentuk zak (terutama untuk proyek besar).
- B0 dapat digunakan untuk pembuatan lantai kerja (LC)
- K175 cocok digunakan untuk pengecoran kolom praktis, ring balok, sloof.
- K225 sampai dengan K550 dapat digunakan untuk pengecoran elemen struktur bangunan seperti lantai, balok, pondasi..






































